kubenahi dulu posisi dudukku dekat jendela, dengan gorden merah jambu yang masih harum loundry, agar angin semilir berhembus padaku,
dengan getir kucoba menata ulang tiap kata yang meluncur dari tuts keyboard komputer kesayanganku,
kata-kata itu berserakan, jatuh kelantai, terbentur kaki meja sebelah kanan, tepantul ke dinding, jatuh di pot bunga mati dan pot payung belakang pintu, kata itu terus melompak-lompat mengenai mistarku, dindin kamarku, ke dalam selimut, gantungan baju, kata itu mencoba keluar kamar, tapi gagal,
jendelaku berkaca nako terbuka sipit, kata tak berani menantang matahari,
tak habis akal, kata menghampiriku, menggelitik telapak kakiku, menendang betisku, terus menaik, sampai ke jantung, sampai kehati...
kata tak berani menusuk belati, meski ia memegangnya keras sekali,
kata, mengalir dalam darah, berdenyut dalam jantung dan nadi, bergemuruh dalam angan dan fikiran, kata sepi, kata risau, kata menjadi manusia...
aku berada di ruang ini dengan cinta, agar kau kenang nantinya, bahwa cinta punya ruang dan dimensi...
imagine
kalau saja aku bisa minta yang bukan-bukan, aku ingin sekali kembali kemasa itu, dimana ada kehangatan dirimu, dalam perlindunganmu, kasih sayangmu, yang utuh, yang tidak bisa diberikan manusia lain selainmu...
kasih sayangmu yang membuatku sehat, cerdas karena kau ajarkan aku mengenal senja, mengenal seluruh alam raya yang berputar disekelilingku, kasih sayangmu yang menjadikan siang terik terasa sejuk, yang menjadikan malam dingin menjadi hangat, melupakan cita-cita, menghilangkan rasa cinta, yang ada hanya engkau dalam mimpi dan nyata, Maha Agung Engkau Tuhan yang menciptakan dirinya...
aku ingin kembali tiada rasa dosa, tiada rasa berpahala, aku ingin suci seperti dulu bersama dirimu, kau gendong aku lagi, kau tuntun aku lagi, kau berikan aku minuman tersehat dan hangat, kau berikan aku makanan sehat terlezat, dan kau sebut namaku setiap malam dan selalu dalam do'a dan rasa yang tak jemu...
kasih sayangmu yang membuatku sehat, cerdas karena kau ajarkan aku mengenal senja, mengenal seluruh alam raya yang berputar disekelilingku, kasih sayangmu yang menjadikan siang terik terasa sejuk, yang menjadikan malam dingin menjadi hangat, melupakan cita-cita, menghilangkan rasa cinta, yang ada hanya engkau dalam mimpi dan nyata, Maha Agung Engkau Tuhan yang menciptakan dirinya...
aku ingin kembali tiada rasa dosa, tiada rasa berpahala, aku ingin suci seperti dulu bersama dirimu, kau gendong aku lagi, kau tuntun aku lagi, kau berikan aku minuman tersehat dan hangat, kau berikan aku makanan sehat terlezat, dan kau sebut namaku setiap malam dan selalu dalam do'a dan rasa yang tak jemu...
yang.... hari ini hujan
yang, hari ini debu-debu sudah tidak berterbangan lagi, semoga juga debu-debu di hati ini sedemikian adanya, tidak menggumpal, tidak juga tercampur pada jernihnya hati ini.yang, hari ini awan-awan kelabu hadir menutupi matahari, dingin menyelimuti, semoga saja awan-awan itu tak hinggap dihati, meskipun sedih, tapi biarlah dingin saja yang ada, menyaksikan kegundahan hati.
yang, akhirnya, air itu meluncur juga, menamatkan kerinduan bunga-bunga ditaman hatiku dan hatimu, mentakhirkan sakit, merambah hidup pada semesta,
yang, mari kita bersama, bersyukur pada yang punya hujan itu, kita saling bergenggaman tangan kini, kita berlari telanjang kaki, kita bermandi dikucuran air pelangi, kita bersenang-senang di sana, kita tinggalkan semedi sedih,
yang, tanganmu goyang,
apakah dingin menyerangmu ?
bukankah itu yang kau mau,
mari kuhangatkan bersama Tuhan,
yang,
tanahmu memerah, rumput itu mulai tumbuh yang,
yang,
engkau cuma bayang,
bahagialah engkau yang,
terbanglah bersama hujan yang sangat kau rindukan,
karena hujan tahun ini, akan membawamu ke tempatnya bidadari,
to be with you,
to be free...

Perkenankanlah aku mencintaimu
seperti ini
tanpa kekecewaan yang berarti
harapan-harapan yang setiap kali dikecewakan kenyataan
biarlah dibayar oleh harapan-harapan baru yang menjanjikan
Perkenankanlah aku mencintaimu semampuku
menyebut-nyebut namamu dalam kesendirian pun lumayan
berdiri di depan pintumu tanpa harapan kau membukakannya pun terasa nyaman
sekali-kali membayangkan kau memperhatikankupun cukup memuaskan
perkenankanlah aku mencintaimu sebisaku
seperti ini
tanpa kekecewaan yang berarti
harapan-harapan yang setiap kali dikecewakan kenyataan
biarlah dibayar oleh harapan-harapan baru yang menjanjikan
Perkenankanlah aku mencintaimu semampuku
menyebut-nyebut namamu dalam kesendirian pun lumayan
berdiri di depan pintumu tanpa harapan kau membukakannya pun terasa nyaman
sekali-kali membayangkan kau memperhatikankupun cukup memuaskan
perkenankanlah aku mencintaimu sebisaku
Langganan:
Postingan (Atom)