
belum genap satu purnama,
sejak kulepas kepergianmu,
rasa rinduku bergemuruh,
meski tanpa tanda,
tanpa pelukan rasa,
atau sepatah kata,
langkahmu, meneteskan air mataku,
aku berada di ruang ini dengan cinta, agar kau kenang nantinya, bahwa cinta punya ruang dan dimensi...
baru saja kulihat senyuman itu, Sebuah sajak yang dibawakan apik oleh kang Dedi Mizwar, dalam memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional. Perlu kita cermati tiap kata yang disusun rapi dan dibacakan penuh emosi . . .
Bangkit itu
Senang melihat orang lain senang
Bangkit itu Takut …
Takut untuk korupsi
Takut untuk makan yang bukan haknya
Bangkit itu Malu …
Malu menjadi benalu
Malu minta melulu
Bangkit itu Marah …
Marah bila martabat bangsa dilecehkan
Bangkit itu Mencuri …
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi
Bangkit itu Tidak ada …
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa