Dendam Membara

air mata itu sudah kering
tapi isaknya masih nyaring
darahnya pun sudah tak ada
tapi anyir merah masih terasa
lukanya juga perlahan hilang
tapi perih sepanjang jaman, tak bisa tergantikan
-----
aku melihat, tatapan kosong anak-anak gaza
aku mendengar tangisannya,
bapaknya tiada
ibunya meregang nyawa
tangannya sebelah dibelah, karena fosfor yang megah
telinganya robek
bahunya menganga
jalannya pincang
masa depannya tak terbayang
tapi,
do'anya tetap menerawang,
membahana membelah langit 7 lapisan,
bibir tipis penuh memar itu terus berbisik, memecah semesta,
"aku menunggu janji, untuk adik dan kakakku, untuk ayah dan ibuku, untuk saudara dan saudariku, untuk tanah airku, untuk agamaku, untukMu. Maka sabarkanlah aku untuk bisa menyaksikan itu..."

CINTAKU PADA TUHAN

Tuhan...
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan...
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

Tuhan...
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Tuhan...
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Tuhan...
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segala

TuhanKU
Hidupku
Suatu tujuan yang masih samar
Dimana, kemana, bagaimana?
Aku masih bingung,
Cita- Cita, do'a dan usaha
Itulah hidupku???

Usia ini,,
Tak terasa ajal sudah mendekat
Kapan, dimana aku tidak tau
terasa sesak dadaku ini
Kala dosa-dosa itu kembali
Ampunilah aku,,,

NOVEMBER

November yang tabah,
di guyur hujan yang basah,
tanah merah,
merekah,
merindu desah yang berulang tiap masa,
November yang tabah,
tak pernah banyak ulah,
tak ada banjir yang tak punya hikmah,
tak ada badai yang tak punya berkah,
November yang tabah,
menantang panas global yang merah,
hujan asam,
di selingi mentari terik menikam,
sementara pelangi,
tak pernah muncul lagi,
bersembunyi dan mati suri,
November yang sebelas,
meranggas,
dikuburnya dendam yang panas,
atas dosa-dosa penguasa yang bringas,
November tetap deras,
airmatanya dikuras,
do'anya, tak putus,
menerus,
November serak,
sendu mengisak,
November,

arah

terlalu berat kubawa beban ini,
semesta tertawa karenanya,

tunjukan arah agar aku tak ragu melangkah,
cinta ini harus di tuntaskan,

suka atau pun tidak !!!