AKHIR SEJARAH CINTA KITA


suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita tidur saling memunggungi
tapi jiwa berpeluk-peluk
senyum mendekap senyum

suatu saat dalam sejarah cinta kita
raga tak lagi saling membutuhkan
hanya jiwa kita sudah lekat menyatu
rindu mengelus rindu

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita hanya mengisi waktu dengan cerita
mengenang dan hanya itu
yang kita punya

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita mengenang masa depan kebersamaan
kemana cinta kan berakhir
di saat tak ada akhir



karya : Anismatta

Alhamdulillah, Puisi saya dibaca di depan Mba HTR

Puisi ini :

http://metlove.blogspot.com/2008/02/kapan-kau-bisa-memahami-cinta.html

dibaca oleh seorang siswi alumni SMAN 103, namanya Suci Pertiwi F.

Sore, Jum'at kemarin (19/3), setibanya dari menjemput sang bidadari SMSku berderai menandakan ada seseorang yang mengirimnya. Kuambil Hp di saku celanaku, dan kubuka, tak ada nama pada nomor yang tertera di sana, kubaca isinya :
"Mr. izin baca puisi Mr. ya, saya lagi ada acara di kampus" kemudian ku balas "silahkan, sepuasnya"... dan seterusnya, kemudian dia menawarkan 2 puisi yang akan dia baca. Setelah beberapa lama, dia baru SMSku lagi, Mr. ada bunda HTR (Helvy Tiara Rosa) disini, ngeliatin saya baca puisinya Mr. "Wew" betapa senangnya ketika itu, puisiku dibaca didepan Mba HTR, waduh-waduh jadi mupeng di depan bidadariku....

Menulis lagi...

Akhirnya...

Setelah satu semester blog ini tak berpenghuni, ini hari akan kutulisi lagi kata dan puisi. Kurun waktu 6 bulan sudah kenyang aku berpetualang memperebutkan cinta dan harapan.

Semoga nantinya, aku bisa seproduktif dulu, dimana tiap suasana ada rasa, tiap gerak ada makna yang rekat, tiap lirik ada larik, tiap nafas ada imaji, dan tiap degup ada semangkuk ide yang bisa kujawantahkan kedalam tulisan, ya puisi... hanya itu saja yang bisa ku geluti.

Selanjutnya, kebermaknaan menjadi taruhan !

Ruang-ruang cinta...

akan ada yang baru di ruang cintaku,
ruang yang memaksa seluruh lapisan atom berputar,
memusat pada raya dan keagungan penciptaanNya...

cinta,
yang sering aku elu-elukan, terjabarkan disini...
ketika sang kerudung ungu itu mengkhatamkan pilihannya padaku,
berdeguplah,
nafas dan darah menjelma menjadi kata,

"untukku yang rapuh dan lemah, aku ingin kau menjadi penguatnya, dan jadilah tongkat dikala aku kealpaan pada jalan-jalanNya, penghibur diwaktu aku kesulitan, dan ramaikan aku selalu..."

ini hari, bukan aku hitung mundur akan kepastian itu,
tapi ini hari, aku hitung maju,
akan cita-cita, visi misi dan juga cinta yang terjawantahkan diatas ridhoNya

akan pesan terakhir ketika engkau atau aku mendahulukan,
titipkan salam ;
agar Dia memberi tempat untuk kita sekeluarga
dalam naungan penuh keindahan
akan sebuah tempat yang belum pernah dilihat oleh mata,
belum pernah terdengar oleh telinga
dan bahkan belum pernah terlintas dalam benak siapapun juga
tentang keindahan tempat itu
dalam ruang-ruang penuh cintaNya pada kita...