sudahi aku dengan perasaan ini,
mengharap embun menyembul di tengah hari,
sudah ku coba lihat pelangi malam ini, tapi nanar,
rupanya hanya bulan yang bersinar,
tak nampak warna, tak wujud rupa,
lepaskan aku dari selimut ini,
yang terus mengurungku dalam ragu,
dalam rindu
yang cemeti,
kusibak saja fatamorgana,
yang menjadi bayang sepanjang jalan,
kukuliti rahasia maya,
untuk meraba kenangan,
harapanku padanya pupuslah sudah,
semoga masih ada angeli,
yang bersedia menemani,
semoga ada ramona,
yang masih menunggu cinta,
semoga masih setia dewita,
harapku pada amanda,
berkalang samudera...
aku berada di ruang ini dengan cinta, agar kau kenang nantinya, bahwa cinta punya ruang dan dimensi...
menanti ramadhan
izinkan aku menantimu,
menyinggahi raga jiwaku,
melabuh sauh lah engkau padaku,
menggenapkan rasa rinduku yang teramat ngilu,
percepatlah langkahmu, duhai kekasih,
bersama kita memilin malam,
menyetubuhi rahmat dan ampunan,
yang damai,
yang sejahtera,
segera !!
aku rindu...
marhaban yaa ramadhan,
kemuliaan segala kemuliaan,
kegembiraan semua kegembiraan,
"maka bergembiralah ketika datang bulan ramadhan, niscaya Allah mengharamkan jasad kita disentuh api neraka"...
menyinggahi raga jiwaku,
melabuh sauh lah engkau padaku,
menggenapkan rasa rinduku yang teramat ngilu,
percepatlah langkahmu, duhai kekasih,
bersama kita memilin malam,
menyetubuhi rahmat dan ampunan,
yang damai,
yang sejahtera,
segera !!
aku rindu...
marhaban yaa ramadhan,
kemuliaan segala kemuliaan,
kegembiraan semua kegembiraan,
"maka bergembiralah ketika datang bulan ramadhan, niscaya Allah mengharamkan jasad kita disentuh api neraka"...
ajari aku, melupakanmu (disini, ada rindu --bag. 2)
hari ini, ku coba hapus semuanya tentang dirimu,
tentang kacamata yang kau berikan di kala senja di bibir pantai nirwana,
tentang flash disk biru, yang berisi gambar-gambar dirimu, yang kau selipkan disaku kemejaku ketika itu,
tentang kata-kata pada telpon genggam yang kupunya, yang bercerita tentang mu dari waktu-kewaktu,
hari ini,
kucoba tepis semua khayal yang membentuk bayangmu, sempurna sepertimu,
sudah kuperas berjuta airmata, cuma untuk menghalau angan-angan tentangmu,
senyum yang sering kau lemparkan padaku ketika sendu,
lagu yang selalu kau nyanyikan kala aku kesepian,
wajahmu yang ayu, lesung pipi yang gincu, matamu yang syahdu,
aduhaii...
makin aku sakit dan mabuk karenamu,
hari ini,
semoga aku bisa,
menghilangkan rindu yang luar biasanya padamu,
seandainya ku tau sedari dulu tentang rindu yang menggebu ketika kau menjauh,
takkan pernah aku mengenalimu, jatuh hati padamu,
hari ini,
duhai kekasih, engkau dingin sekali,
tidakkah kau tau,
disini, ada rindu,
ajari aku, melupakanmu...
disini, ada rindu ...
kasih, tahukah kamu,
disini, ada rindu,
ada bulan penuh yang dinanti nelayan melaut,
ada camar mengejar senja, menukik pada lembah dan ngarai, beribu sarang di hampiri, selanjutnya adalah nyanyi-nyanyi semedi,
kasih,
disini, masih ada rindu,
pada kecoa-kecoa yang lembab dan basah, pada lebah dan bunga madu, pengumpul sari untuk membuatmu berseri,
kasih,
disini, aku masih menyimpan rindu,
lalu debu berarak bersama hujan kepagian yang menyambut embun berpacaran dengan surya cemerlang,
kemudian kehidupan datang menjelang siang,
kasih,
disini, ada rindu, masih ada rindu, dan aku masih menyimpan rindu itu,
untukmu,
bersama semesta,
yang menyertaimu,
Langganan:
Postingan (Atom)